Siapa sih yang gak mau kuliah ke luar negeri dengan beasiswa? Selain gratis, kamu juga bisa mendapatkan keuntungan lainnya seperti mendapatkan program pengembangan, relasi atau jaringan yang lebih luas, dan lain sebagainya.

Namun kenyataannya, jalan untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri gak selalu mulus. Semua tergantung dari usaha kita masing-masing. Untuk bisa lolos beasiswa ke luar negeri, kita bahkan harus rela mengorbankan beberapa hal lho.

Berikut ini beberapa hal yang harus siap kamu korbankan ketika tengah berburu beasiswa ke luar negeri.

1. Tenaga dan pikiran

Seperti yang kita tahu, proses mendapatkan beasiswa ke luar negeri cukup panjang dan melelahkan, mulai dari pemilihan universitas dan program studi, persiapan berbagai berkas, seleksi administrasi, seleksi wawancara, dan beragam seleksi lainnya jika ada. Tentu saja, kamu harus siap mencurahkan segenap tenaga dan pikiranmu dalam mengikuti semua rangkaian seleksi tersebut.

Selain itu, kamu juga harus siap berkorban tenaga dan pikiran untuk berlatih IELTS atau TOEFL hingga mencapai skor yang diinginkan. Kalau kamu ingin mendaftar ke Amerika Serikat atau Singapura, kamu juga harus siap-siap belajar GRE atau GMAT.

2. Waktu

Proses pendaftaran beasiswa ke luar negeri umumnya selalu menyita waktu, bahkan bisa berbulan-bulan mulai dari pendaftaran hingga pengumuman hasil seleksi akhir. Dalam hal ini, kamu harus berkorban waktu.

Mau gak mau, kamu harus meluangkan waktu untuk mengikuti proses seleksi beasiswa dari awal sampai akhir. Selain itu, kamu juga harus bersedia meluangkan waktu untuk mempersiapkan berkas-berkas pendaftaran beasiswa tersebut. Misalnya, meminta surat rekomendasi ke dosen, mempersiapkan IELTS atau TOEFL, dan lain sebagainya.

3. Uang

Meski beasiswa sebenarnya adalah ‘bantuan uang’, tapi kamu juga harus tetap modal dan mengeluarkan sejumlah uang saat mendaftar beasiswa. Kamu tetap perlu dana untuk mencetak dokumen, mengikuti tes IELTS atau TOEFL, legalisir dan translate dokumen, medical check-up , dan biaya pendaftaran ke universitas jika ada.

Kamu harus siap mengorbankan tabunganmu untuk membayar berbagai keperluan tadi. Beberapa beasiswa penuh seperti LPDP mau berbaik hati menanggung biaya seperti tes bahasa Inggris dan biaya pendaftaran universitas. Namun, sistemnya adalah reimburse sehingga kamu tetap harus menanggung terlebih dahulu biaya-biaya tersebut.

4. Perasaan

Hal lain yang mungkin harus kamu korbankan saat berburu beasiswa ke luar negeri adalah perasaan. Kamu harus siap menghadapi kenyataan bahwa mencari beasiswa tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Meski begitu, kesempatan untuk lolos akan tetap ada selama kamu tetap mau berusaha.

Selain itu, kamu pun harus siap menghadapi berbagai ocehan dan ‘nyinyiran’ dari orang lain, termasuk dari orang-orang terdekat. Bukan gak mungkin, orang lain akan meremehkan ketika kamu gak kunjung lolos beasiswa. Tapi, sebenarnya kamu bisa menjadikan hal tersebut sebagai sebuah motivasi positif yang membuat dirimu berusaha lebih keras lagi. Jadilah seperti bola ping pong, di mana semakin keras dipukul, maka akan semakin tinggi lantunannya.

5. Tawaran pekerjaan

Buat kamu yang fresh graduate , kamu harus siap berkorban tawa pekerjaan. Seperti yang kita tahu, seleksi beasiswa memakan waktu berbulan-bulan. Dalam kurun waktu tersebut, mungkin akan ada banyak tawaran pekerjaan yang menghampiri.

Dalam kondisi tersebut, kamu harus berkorban salah satu, apakah meneruskan pencarian beasiswamu atau menerima tawaran pekerjaan yang ada. Di satu sisi, kamu mungkin tergiur dengan gaji dan kenyamanan bekerja, namun di sisi lain kamu juga ingin mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Kalau kamu memang benar-benar bertekad kuliah ke luar negeri dengan beasiswa, kamu harus yakin dengan kemampuanmu dan mengorbankan tawaran pekerjaan tersebut.

Nah, itulah tadi beberapa hal yang harus siap kamu korbankan saat tengah berburu beasiswa ke luar negeri. Setiap orang tentu punya kisah hidupnya masing-masing dan pengorbanan yang harus dijalani masing-masing orang pun bisa berbeda-beda. Tapi secara umum, jangan takut untuk berkorban semua hal tadi karena akan berbuah manis pada saatnya nanti. Perjuangkan terus mimpi-mimpimu dan tetap semangat ya para scholarship hunters!