5 Tips Mendapatkan Beasiswa Kuliah di Luar Negeri

Kuliah di luar negeri menjadi pilihan bagi sebagian pelajar Indonesia. Dengan merantau ke negeri orang, kamu bisa belajar banyak hal. Mulai dari keterampilan bertahan hidup, serta mental dan pola pikir masyarakat di negara lain.

Enggak perlu khawatir kalau kamu mau kuliah di luar negeri. Karena ada banyak kesempatan mendapatkan beasiswa yang bisa kamu manfaatkan.

Tapi untuk mendapatkan beasiswa kuliah ke luar negeri, kamu enggak boleh main-main karena ada banyak pelamar yang juga mengejar kesempatan yang sama. Untuk itu, ada beberapa tips yang perlu kamu ingat. Apa saja?

Bagi Aditya Iman Rizqy sebagai alumnus beasiswa Erasmus+, ilmu, koneksi, dan pengalaman menjadi hal penting yang perlu dikejar anak muda. Karena itu dia termotivasi untuk kuliah di luar negeri.

Nah, ketika melalui proses seleksi beasiswa, Adit menyarankan untuk memberikan jawaban yang realistis.

“Tapi punya wow-effect pada saat wawancara. Hal ini akan membuat diri kita spesial di mata juri yang menyeleksi,” kata dia, dalam acara Inspiring Career Talk di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), seperti dilansir laman berita ITS.

Sebenarnya, pemberi beasiswa akan mencari calon penerima beasiswa dengan pola pikir visioner. So , kamu perlu menunjukkan bagaimana caramu melihat diri sendiri di masa yang akan datang.

“Tujuan dan motivasi dalam melamar beasiswa harus pasti, sehingga langkah yang ditempuh sejalan dengan mimpi yang kita rangkai,” tutur Adit.

Penting bagi para pelamar untuk meluruskan visinya dengan visi lembaga yang akan memberikan beasiswa. Dhany Arifianto yang pernah tergabung dalam tim seleksi beasiswa pendidikan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menjelaskan, visi dan misi pemberi beasiswa akan berpengaruh kepada kualitas calon pelamar yang diharapkan.

"Contohnya, visi dan misi LPDP adalah mempersiapkan calon pemimpin masa depan. Sehingga pelamar harus bisa membuktikan mereka adalah kandidat yang sesuai," ujarnya.

Terakhir, pelamar beasiswa harus paham mengenai dirinya sendiri dan seluk-beluk informasi beasiswa yang akan dilamar. Kualifikasi diri harus terus ditingkatkan.

Mengejar beasiswa untuk menempuh gelar pascasarjana harus disiapkan dengan sungguh-sungguh. Mulai dari mengenal potensi diri hingga menetapkan tujuan hidup dalam 5 hingga 10 tahun ke depan.

“Mulai sekarang harus dipikirkan jawaban dari dua pertanyaan dasar dalam seleksi. Kenapa kami harus memilih kamu? Di masa depan kamu ingin jadi apa?” tutur Dhany.

Selain faktor internal, mendapatkan beasiswa kuliah ke luar negeri juga enggak terlepas dari faktor eksternal. Salah satunya ialah dengan meminta bimbingan dari orang lain.

Dhany menilai coach atau pembina juga berperan penting dalam membimbing mahasiswa mempersiapkan diri. “Kamu perlu coach. Itu, lho, dosen-dosen kamu bisa dimanfaatkan untuk berkonsultasi, bisa dijadikan inspirasi,” tutup dia.