Biaya pendidikan sekarang ini mahalnya minta ampun, termasuk uang kuliah. Apalagi kalau masuk perguruan tinggi swasta atau belajar di luar negeri. Bisa merogoh uang ratusan juta hingga lulus. Solusi untuk mendapat keringanan uang kuliah atau gratis dibiayai penuh oleh universitas maupun lembaga lain, tentu saja kamu perlu mendaftar beasiswa.

Untuk bisa memperoleh beasiswa, jalannya pasti tidak mudah. Kamu harus bersaing dengan peserta lain yang sama-sama punya otak encer. Ada berbagai maca persyaratan yang harus dipenuhi, salah satunya motivation letteratau surat motivasi .

Surat motivasi beasiswa adalah surat pernyataan yang menjelaskan pribadi, kondisi, minat, dan pastinya motivasi kamu untuk mendapatkan beasiswa. Penulisannya pun harus tidak boleh sembarangan. Begini cara membuat surat motivasi alias motivation letter yang baik dan benar:

1. Penuhi kualifikasi yang diminta

Saat mengajukan beasiswa , Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) bukan segalanya. Pemberi beasiswa memiliki kualifikasi yang harus kamu penuhi, seperti kepemimpinan, kemampuan bicara di depan umum, atau memecahkan masalah. Tonjolkan skill yang melekat dalam dirimu agar pemberi beasiswa tertarik membaca surat motivasimu. Tunjukkan seberapa layak dirimu menerima beasiswa tersebut. Hindari menulis hal-hal yang kurang penting, seperti biografi orang tua atau kondisi perekonomian keluarga, karena dapat menurunkan rasa simpatik pemberi beasiswa terhadap dirimu.

2. Tuliskan Data Diri secara Singkat dan Padat

Agar kamu dikenal pemberi beasiswa, cantumkan data diri secara singkat dan padat. Misalnya nama, tempat tanggal lahir, latar belakang pendidikan, dan passion terbesar dalam dirimu. Khusus untuk penulisan minat atau passion , usahakan agar tetap berhubungan dengan beasiswa yang ingin di- apply. Perhatikan pemilihan kata-kata dalam menuliskan surat motivasi Gunakan tata cara penulisan sesuai Ejaan yang Disempurnakan (EYD) untuk memudahkan pemberi beasiswa dalam memahami isi suratmu.

3. Gunakan Struktur Kalimat yang Pas

Agar lebih enak dibaca, perhatikan struktur kalimat yang kamu gunakan. Hindari penggunaan kalimat yang bertele-tele atau berlebihan agar pembaca tidak bingung. Gunakan paragraf kalimat untuk memisahkan informasi berdasarkan isinya. Mulai dari paragraf pengenalan, setelah itu lanjut ke paragraf isi. Paragraf isi memuat pengalaman, motivasi, harapan, visi dan misi jika kamu terpilih menjadi penerima beasiswa. Untuk paragraf penutup, lengkapi dengan kesimpulan.

4. Sebutkan Prestasi dan Pengalaman

Untuk memperbesar potensi diterima, kamu bisa menambahkan informasi seputar prestasi dan pengalaman pada paragraf isi. Misalnya riwayat organisasi, kepanitiaan, kontribusi dalam kegiatan sosial, atau volunteer. Tuliskan secara lengkap dan jujur agar terhindar dari kesan berlebihan yang membuat pemberi beasiswa ragu terhadap surat motivasimu. Prestasi dan pengalaman yang kamu tuliskan bisa menjadi nilai tambah dan membuatmu lebih unggul daripada kandidat lain. Dengan begitu, pemberi beasiswa semakin percaya bahwa kamu adalah orang yang tepat untuk menerima beasiswa tersebut.

5. Perhatikan Jenis Beasiswa yang Dipilih

Jangan lupa untuk menyesuaikan surat motivasi dengan jenis beasiswa yang kamu pilih, terutama jika pemberi beasiswa mengharuskan kandidat untuk mengikuti serangkaian acara yang diadakan. Sebagai contoh, penerima beasiswa Djarum diharuskan mengikuti kegiatan seminar dan outbond untuk meningkatkan solidaritas dan jiwa kepemimpinan. Kegiatan apapun yang ditetapkan nanti, kamu harus sanggup menjalani secara maksimal. Jika kamu melanggar, jangan kecewa kalau beasiswa kamu nantinya dicabut.

6. Jelaskan Seberapa Layak Dirimu

Dalam motivation letter, kamu harus mampu meyakinkan pemberi beasiswa bahwa kamu layak masuk daftar penerima beasiswa. Jangan lupa mencantumkan informasi mengenai kelayakan diri pada paragraf isi. Tuliskan kontribusi apa yang akan kamu lakukan jika nantinya diterima. Cantumkan hal-hal yang bersifat positif dan hilangkan hal-hal negatif yang terkesan mengeluhkan sesuatu. Sebab kalau terdapat keluhan, justru bisa memperkecil peluangmu untuk mendapatkan beasiswa karena akan dianggap terlalu pesimis dalam mewujudkan sesuatu.

7. Perhatikan Originalitas

Sebelum surat motivasi dikirim, coba cek tingkat originalitas suratnya. Jangan coba-coba menyadur atau menyalin persis surat motivasi orang lain, agar tidak didiskualifikasi pemberi beasiswa. Sebaiknya tulis surat motivasi apa adanya berdasarkan ide yang muncul di dalam pikiran. Sampaikan ide tersebut menggunakan kalimat yang baik untuk memancarkan inner beauty -mu meski melalui tulisan. Jika menemukan kesulitan saat menulis surat motivasi, coba minta bantuan teman yang sudah pernah menerima beasiswa dari lembaga yang sama. Saran dari teman jauh lebih baik daripada harus plagiat dari internet.

+ Lengkapi Dokumen dan Jangan Lupa Berdoa

Selain melengkapi dokumen, jangan ketinggalan berdoa. Ikhtiar harus dibarengi dengan doa agar mimpimu mendapat beasiswa dikabulkan Tuhan. Percayalah wahai pejuang beasiswa, tidak ada usaha yang sia-sia. Kalaupun gagal, kamu sudah berani mencoba. Dan jika diterima, itu sudah menjadi rezekimu yang patut disyukuri.