SERANG – Tahun 2012, saat hendak masuk kelas 5 sekolah dasar (SD), Gabriel Firmansyah, pelajar asal Kota Serang, Banten, ikut seleksi beasiswa sekolah di Al Ain, Abu Dhabi. Anak kedua dari pasangan penulis Gol A Gong dan Tyas Tatanka ini bermula ketika ayahnya memberi pelatihan menulis di KBRO Abu Dhabi. Saat itu ayahnya mendapat informasi bahwa ada sekolah di Al Ain membuka kesempatan beasiswa bagi pelajar pria dari Tanah Air.

“Awalnya waktu ditawarin papah sih langsung nolak dulu tanpa mikir dua kali, tapi setelah dipikir pikir lagi ya kenapa nggak nyoba hal baru. Akhirnya daftar, ngirim berkas, dan keterima,” ujarnya kepada BantenNews.co.id, Senin (10/8/2020).

Setelah 8 tahun sekolah di Al Ain (dari kelas 5 sampai 12), ia tak pulang kampung untuk melanjutkan kuliah. Ia kembali bertarung untuk mendapatkan beasiswa di Muhammad Al Khamis university di Abu Dhabi. Kebetulan kampus tersebut sudah kerja sama dengan SMA yang ia tempati jadi dapet kesempatan interview. Karena interviewnya online, ia tak tahu berapa jumlah peserta yang mengikuti seleksi.

“Prosesnya ya waktu udah selesai ujian akhir itu langsung siap siap buat interview online (karena corona), latihan ngomong di kaca dan ngafalin materi bermalam-malam. Alhamdulillah keterima buat belajar jurusan Islam. Jadi nggak tahu ada berapa orang yang ikut, tapi yang ikut dari temen-temen saya sih totalnya 23, yang keterima cuma 14 orang. Banyak juga orang Arab yang pengen masuk univ ini,” ujar remaja yang saat kecil aktif jadi relawan di komunitas Rumah Dunia yang didirikan orangtuanya.

“Karena belum pindah ke kampus baru (dampak Corona) jadi belum tau ya ada apa aja di sana, tapi yang pasti sih bakal ada lingkungan baru, teman baru,” tambahnya.

Terlahir dari keluarga penulis, remaja yang memiliki nama panggung ‘Gee’ ini malah memilih jalur musik rap sebagai media ekspresinya. Ia sudah menghasilkan dua album rap bersama beberapa rekannya yakni ‘Rollercoaster’ dan ’50 Derajat Celcius’.

“Sebenarnya musik rap cuma hobi sih, udah 5 tahun saya jalanin. Selain karena emang hobi denger musik rap, saya suka juga menyampaikan perasaan lewat rap, bisa lebih detail daripada genre lagu lain,” ujarnya.

Tahun 2018, Gee sempat masuk sebagai finalis dalam audisi ‘Beef Rap Battle’ dari All Day Music Jakarta, yang salah satu jurinya adalah rapper nasional Saykoji. Namun Gee tak melanjutkan audisi bergengsi tersebut. Pelaksanaan final bertepatan dengan dirinya yang harus kembali ke Abu Dhabi untuk melanjutkan pendidikannya.

“Waktu itu mengundurkan diri dari kompetisi itu karena waktunya bentrok dengan jadwal pulang ke Abu Dhabi,” ujarnya.

Walau sebagian besar waktunya lebih lama di Abu Dhabi, beberapa lagu karya Gee mengangkat tema lokal. Gee menceritakan, hal itu bermula ketika liburan dirinya mencari teman-teman rapper Kota Serang hingga membentuk group rap Boldog Haz.

“Nggak cuma saya sih, banyak rapper Serang atau Indonesia lain yang merepresentasikan kotanya sendiri. Emang banyak juga rapper Amerika kayak Nas dari New York, J Cole dari North Carolina, dan Eminem dari Detroit yang pengen masukin daerahnya ke peta agar dikenal orang tentang seluk beluk kota itu,” ujarnya.

Disinggung apakah Gee akan mengikuti jejak orangtuanya membuat karya berupa buku, Gee mengaku belum minat. “Masih banyak keinginan yang pengen dilakukan, mungkin suatu saat kali yah, doain aja,” ujarnya.

Gee juga belum memiliki rencana untuk membuat album kembali. Ia akan lebih fokus untuk menyelesaikan pendidikannya terlebih dahulu. “Kayanya mau vakum dulu soalnya kuliahnya kan jurusan agama jadi mau cari aman dulu,” ujarnya.

Gee berpesan kepada anak muda untuk berani mencoba melakukan untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan. “Pesan dari saya ya lebih baik menyesal karena kita melakukan hal yang kita ingin, daripada di hari tua menyesal kenapa tidak pernah mencoba,” ungkapnya. (ink/red)