Sering Tertunda karena Banyaknya Pengeluaran, Ini Langkah Cerdas Siapkan Biaya Kuliah S2 hingga S3 Tanpa Beasiswa

NOVA.id – Di zaman sekarang, jumlah perempuan yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi hingga jenjang S2—bahkan S3—memang sudah jauh lebih banyak ketimbang dulu.

Pasalnya, sampai kapanpun juga, pendidikan akan selalu menjadi sebuah investasi yang baik buat perkembangan diri kita, sebagai perempuan yang memiliki cita-cita tinggi, ingin mandiri, dan ingin berdaya guna.

Nah! Masalahnya, kita pasti sering, deh, merasa terkendala dengan biaya kuliah S2 yang tinggi, terlebih bila kita ingin melanjutkan kuliah S2 di luar negeri.

Belum lagi kalau kita sudah berkeluarga!

Jangan-jangan, selama ini keinginan kita untuk kuliah S2 malah sudah terlalu sering tertunda lantaran banyaknya pengeluaran dan kebutuhan keluarga yang harus kita penuhi.

Duh, ada nggak, ya, langkah cerdas untuk menyiapkan biaya kuliah S2 ini?

Jawabannya, tentu saja ada.

Menurut pakar keuangan Tejasari Asad, ada banyak alternatif yang bisa kita tempuh untuk siapkan biaya kuliah hingga jenjang S2.

Pertama-tama, kita memang bisa mencari beasiswa supaya tidak mengeluarkan biaya apapun.

Namun seperti kita tahu, proses yang harus kita tempuh untuk mendapatkan beasiswa tidaklah mudah.

Sehingga bila beasiswa akhirnya tidak kita jadikan opsi untuk melanjutkan kuliah S2, tentunya, kita juga bisa menabung untuk mengumpulkan biaya kuliah S2.

“Tempat pendidikan S2 saat ini dengan mutu yang cukup baik, sudah tersedia banyak di Indonesia, tidak harus di luar negeri,” kata Tejasari.

Cukupkah hanya dengan menabung saja?

Masih menurut Teja, zaman sekarang sudah banyak kampus yang menawarkan cicilan biaya kuliah S2.

“Kalau membiayai diri sendiri untuk kuliah S2 di luar negeri jadi memberatkan keuangan kita, sebaiknya kita memilih kuliah di Indonesia yang biaya nya relatif terjangkau.

Pilihlah tempat kuliah yang memiliki kualitas sesuai dengan yang kita ingini, dan dengan biaya yang terjangkau.

Cari tahu berapa biaya kuliahnya, dan coba kita perhitungkan dengan kondisi keuangan kita saat ini,” jelas Teja—panggilan akrabnya.

Nah, setelah mengetahui biaya kuliah S2—atau S3—yang dibutuhkan, maka kita bisa menghitung kisaran waktu yang kita butuhkan untuk mengumpulkan biaya tersebut.

Jangan lupa, hitung adanya kenaikan biaya juga!

Misal, bila seluruh total biaya kuliah S2 mencapai Rp60 juta dan kemampuan kita menabung hanya sebesar Rp2 juta per bulan, artinya kita harus menunggu sekitar 2,5 tahun sebelum mulai berkuliah.

Ditambah dengan kemungkinan adanya kenaikan biaya kuliah, kita setidaknya perlu menabung sekitar 3 tahun!

Enaknya, kalau kita berhasil mendapatkan kampus dengan fasilitas cicilan biaya kuliah S2, berarti kita bisa memulai perkuliahan dengan lebih cepat!

Kita hanya perlu menyiapkan biaya uang pangkal yang biasanya harus dibayar di awal perkuliahan.

“Siapkan untuk uang pangkal ini, seanjutnya biaya kuliah bisa kita bayarkan sambil menabung per semesternya.

Dengan cara ini, kita bisa mulai kuliah lebih cepat, tidak perlu takut adanya kenaikan biaya kuliah,” terang Teja.

Teja menegaskan, keinginan kita sebagai perempuan untuk melanjutkan cita-cita hingga ke jenjang S2 tak boleh terhambat hanya karena soal biaya.

Kita bisa terus berupaya mencari beasiswa atau menabung, atau mencari tempat kuliah alias kampus yang sesuai dengan kondisi keuangan kita.

Jangan sampai cita-cita kita untuk menjadi perempuan yang berani, mandiri, dan berdaya guna lewat pendidikan malah harus terhenti karena soal biaya kuliah S2 yang tinggi, ya, Sahabat NOVA! (*)