Waspadai Beasiswa Palsu, Simak Tujuh Ciri-cirinya

PROFESI-UNM.COM – Sebagai mahasiswa tak ayal kita menghadapi kesulitan dalam membiayai perkuliahan. Khususnya bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi. Oleh sebab itu, kerap kali kita berburu informasi beasiswa sebagai salah satu jalan keluarnya.

Banyaknya informasi beasiswa yang tersebar tidak menutup kemungkinan beberapa dari informasi tersebut adalah hoax. Hal ini terjadi karena adanya oknum tidak bertanggungjawab memanfaatkan keingintahuan kita dalam mencari informasi seputar beasiswa. Dengan membuat beasiswa palsu dan akhirnya merembes pada penipuan yang merugikan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, yuk simak ciri-ciri beasiswa palsu berikut ini:

1. Sumber yang tidak jelas

Sebagian besar kita pastinya berburu informasi beasiswa melalui dunia maya atau internet. Hanya dengan meng-klik sebuah situs kemudian akan bermunculan berbagai macam informasi yang diinginkan.

Ada banyak informasi beasiswa yang tersedia lengkap dengan persyaratan atau cara mendaftarnya. Tapi kita perlu teliti, pasalnya tidak jarang ada informasi yang abal. Cobalah untuk menelusuri terlebih dahulu sumber informasi atau siapa yang menyelenggarakan beasiswa tersebut.

2. Mewajibkan membayar sesuatu

Jangan mau percaya bila menemukan informasi beasiswa yang mengharuskan membayar kepada penyelenggara. Biasanya di form pendaftaran juga mengharuskan mencantumkan credit card, alamat ataupun hal pribadi lainnya.

Berhati-hatilah bila menemukan yang seperti itu.

3. Alamat dan nomor telepon penyelenggara beasiswa tidak jelas

Beasiswa palsu pada umumnya tidak mencantumkan alamat yang jelas. Ada kalanya mereka menggunakan informasi palsu dalam laman atau situs internet.

Biasanya juga tidak ada nomor telepon yang dicantumkan. Walaupun ada, tidak jarang kontak tersebut sulit untuk dihubungi. Cobalah untuk mengkunjungi laman websitenya lalu telusuri alamat dan nomor telepon atau email.

4. Kurang terkenal

Beasiswa yang bukan modus, biasanya sudah mempunyai reputasi yang jelas. Mereka sudah banyak menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan, pemerintah atau masyarakat.

Juga mereka memiliki banyak alumni yang sudah menerima beasiswa tersebut. Jadi ingin mendaftar ada baiknya membaca komentar alumni penerima beasiswa tersebut sebagai rekomendasi. Apabila menemukan beasiswa yang terdengar asing dan tidak dikenal bisa jadi itu beasiswa palsu.

5. Tiba-tiba dihubungi kontak mencurigakan

Jika tiba-tiba ada seseorang yang menghubungi dan mengaku pihak penyelenggara beasiswa melalui telepon atau email. Dan mengatakan bahwa kita terdaftar sebagai penerima beasiswa, padahal sebelumnya mendaftar pun tidak pernah.

Jangan langsung memberi informasi apapun, cari tahulah dulu informasi beasiswa tersebut. Apabila mereka mulai memaksa untuk mengirim sejumlah uang, sudah dipastikan itu beasiswa abal atau palsu.

6. Tanpa proses seleksi

Sudah menjadi hal yang wajar bila penyelenggara beasiswa mengadakan penyaringan kepada para kandidat. Mahasiswa diharuskan mengikuti beberapa rangkaian seleksi mulai dari verifikasi berkas hingga berbagai tes yang biasanya menjadi syarat beasiswa.

Jangan salah, seleksi ini dibutuhkan sebagai pertimbangan apakah kita berhak mendapatkan beasiswa atau tidak.

7. Jaminan lolos 100%

Semua penyelenggara beasiswa pasti mencari kandidat penerima beasiswa dengan kualifikasi terbaik. Makanya tidak pernah ada satu pun beasiswa yang menjamin pendaftarnya langsung lolos tanpa syarat.

Mahasiswa harus saling berkompetisi untuk lolos dari persaingan yang ketat. Tidak ada penyelenggara yang memberikan dana beasiswa tanpa syarat khusus. Jadi kita patut curiga jika menemukan ada beasiswa yang menjaminkan pendaftarnya lolos 100%.

Banyak cara yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dalam melancarkan aksinya, salah satunya dengan beasiswa palsu. Jadi sudah sepatutnya untuk lebih teliti dalam berburu informasi beasiswa. (*)

*Reporter: Muhammad Ilham Akbar. B